Top Stories
-
Apa Itu Fake Bid?
-
Anak-anak Muda Yang Ingin Kaya Harus Melek Keuangan dan Investasi!
-
Kunci Entry yang Benar!
-
Dari Pada Pusing Mikirin ulah MSCI, Mending Mengamati Arah Modal AK, BK, MG, KZ, Akan Mengalir ke Arah Mana, Itulah Saham yang Layak Kita Borong
-
Mengapa Sudah Bekerja Keras Masih Susah Juga Hidupnya!
-
Gimana Mau Profit Kalau Entry Main Tebak dan Prinsip Akumulasi dan Distribusi Bandar Saja Tidak Tahu,
-
Trik Kapan Waktu yang Tepat untuk Beli, Jual dan Cut Loss
-
Hoax Sulit Diberantas, Tenang, Patah Satu Tumbuh Seribu
-
Yang Pegang TLKM Hari Ini Senin Tetap Tenang Jangan Panik
Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1933
Anterin, Ojol baru pesaing Grab dan Gojek/Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta, - Platform Anterin akan jadi kompetitor Grab dan Gojek di transportasi online tanah air. Bahkan manajemen Anterin sudah siapkan sejumlah strategi untuk menghadapi dua raksasa ride hailing ini.
CEO sekaligus Founder Anterin, Imron Hamzah, mengaku, banyak perbedaan Anterin dengan aplikator 'status quo' yang justru bisa dimanfaatkan sebagai senjata dalam bersaing. Salah satunya mengenai pendanaan.
"Kita masih pendanaan lokal, belum besar, tapi kita ini hadir dengan memang ingin berbisnis bukan bakar uang," ujarnya di Kantor Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Selasa (17/9/2019).
Read more: Mampukah Anterin Taklukkan Grab & Gojek Tanpa Bakar Uang?
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 979
MOBIL KARYA ANAK BANGSA YG BUKAN MOBIL NASIONAL
Kebetulan sy kerja di perusahaan otomotif. Paling enggak secara awam sy tahu sedikit ttg otomotif, baik roda dua maupun roda empat era orba dan era skrg, sebagai jawaban atas TUDUHAN GANTI LABEL MOBIL CINA MENJADI MOBIL ESEMKA.
Pada masa orba, ada dikeluarkan Inpres Nomor 2 Tahun 1996, yg mewajibkan kementrian keuangan, perindustrian & perdagangan, juga Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman modal agar secepatnya mewujudkan industri mobil nasional. Dan ditunjuklah PT TIMOR PUTRA NASIONAL yg dimiliki Tommy sbg pionir pembuatan mobnas tsb.
Read more: MOBIL KARYA ANAK BANGSA YANG BUKAN MOBIL NASIONAL
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 984
Presiden Turki Tayyip Erdogan (REUTERS/Umit Bektas)
Turki resmi masuk masa resesi. Pada kuartal II-2019, ekonomi Negeri Kebab terkontraksi alias minus, melanjutkan 'pencapaian' yang serupa pada kuartal sebelumnya.
Pada periode April-Juni 2019, ekonomi Turki terkontraksi alias negatif 1,5% year-on-year(YoY). Pada kuartal sebelumnya, kontraksi ekonomi Turki lebih dalam yaitu minus 2,4% YoY.
Definisi resesi adalah kontraksi ekonomi dua kuartal beruntun secara YoY pada tahun yang sama. Mengacu pada definisi ini, Turki sudah masuk ke jurang resesi.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 964
Kawasan perdagangan di Batam
BATAM -- Sepanjang semester I-2019 ada sedikitnya 900 orang yang kehilangan pekerjaan di Kota Batam, Kepulauan Riau. Menurut Dinas Tenaga Kerja setempat, ratusan orang tersebut kehilangan pekerjaan akibat ditutupnya 27 perusahaan di Batam.
"Total dari awal tahun sampai Juni 2019 ada 27 perusahaan tutup, sekitar 900 orang kehilangan pekerjaan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti usai pembukaan program magang di Jepang, Senin (26/8).
Read more: 27 Perusahaan Gulung Tikar di Batam pada Semeter I 2019
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 858
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Indonesia - Pasar keuangan Indonesia ditransaksikan bervariasi pada pekan ini. Dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,49%, rupiah menguat 0,14% di pasar spot melawan dolar AS, sementara imbal hasil (yield) obligasi seri acuan tenor 10 tahun turun 17,1 bps.
Sebagai informasi, pergerakan yield obligasi berbanding terbalik dengan harganya. Ketika yield turun, berarti harga sedang naik. Sebaliknya, ketika yield naik, berarti harga sedang turun.
Read more: Perhatian! Pasar Keuangan RI Besok akan 'Kebakaran'
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1042
Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. Sri Mulyani melaporkan realisasi APBN hingga akhir Februari 2019, tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan
Jakarta - Konsultan manajemen multinasional McKinsey and Company mengingatkan negara-negara Asia dan termasuk Indonesia untuk mewaspadai terulangnya krisis moneter 1997-1998. Sebab, utang perusahaan-perusahaan di Asia (termasuk Indonesia) telah membengkak sehingga menanggung utang jangka panjang lebih dari 25 persen.
Dalam laporan McKinsey and Company, disebutkan bahwa korporasi di Australia, Cina, Hong Kong, India, dan termasuk Indonesia menanggung utang jangka panjang lebih dari 25 persen dengan interest coverage ratio (ICR) kurang dari 1,5. Khusus untuk Indonesia, utang jangka panjang dengan ICR kurang dari 1,5 mencapai 32 persen.
Read more: Utang Korporasi Bengkak, McKinsey Ingatkan Potensi Krisis Ekonomi