Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 17
HOAX SULIT DIBERANTAS! TENANG, PATAH SATU TUMBUH SERIBU!
HOAX dibuat oleh orang-orang JAHAT, disebarkan oleh orang-orang BODOH, dipercaya oleh orang-orang Tolol dan didukung oleh Mafia. Para Oligarki ingin rakyat tetap bodhoh dan miskin agar mudah dikuasai, mudah dikendalikan dan patuh untuk melanggengkan kekuasaannya. Rakyat yang pintar sulit dikuasai dan dikendalikan.
Pada Jaman Perbudakan, Penguasa memiliki Laskar Bersenjata yang ditakuti oleh rakyat. Maka Penguasa bisa mencambuk Rakyatnya dengan Rotan (Pecut) agar bekerja untuk mereka tanpa dibayar! Pada saatnya para Budak memberontak, dan tumbanglah Perbudakan.
Jaman berganti, rakyat bekerja tidak dicambuk dengan Pecut tetapi dicambuk dengan Uang untuk memperkaya para Oligarki. Oligarki terus menumpuk uang bertrilyun, agar dengan kekuatan uangnya bisa menguasai rakyat! Rakyat dikuasai oleh Oligarki dan bisa diarahkan untuk memilih siapa pemimpinnya. Seorang Badhut tolol pun bisa didandani menjadi seakan-akan Tokoh hebat dengan segala macam pencintraan hoax yang terus disebarkan oleh orang-orang bodoh yang haus uang!
Pada saat pemilihan pemimpin tiba, oligarki membagi amplop kepada rakyat miskin yang bodoh, seakan-akan Rakyatkah yang berkuasa bisa menentukan siapa penguasanya melalui Sistem Demokrasi yang di tuhankan! Sedikit-sedikit para Tolol mengatakan itu bertentangan demokrasi. Padahal Demokrasi bukan Tuhan, tetapi demokrasi hanyalah salah satu Alat untuk memakmurkan rakyatnya. Semua Sistem bernegara apakah itu Demokrasi, Monarchy, Sosialis, Komunis, dll semuanya hanyalah alat untuk memakmurkan rakyatnya, mana-mana saja yang cocok supaya rakyat bisa makmur hidupnya.
Rakyat yang masih miskin dan bodoh, dengan Sistem Demokrasi liberal, maka, Oligarki bisa membeli suara rakyatnya dengan biaya sangat murah. Semakin negara itu rakyat pinter dan makmur seperti negara-negara maju itu, suara rakyat tidak bisa dibeli lagi, maka. mereka bisa memilih pemimpinnya yang berkwalitas. Di negeri yang 60% rakyatnya masih bodhoh dan miskin suaranya tentu bisa dibeli. Maka bagi para bandhit, oligarki lokal, kemiskinan harus benar-benar bisa dijaga agar kekuasaannya bisa langgeng turun-temurun ke anak cucu sampai kiyamat.
Tenang, Sistem Keuangan Global, bisa menjaga kebodohan dan kemiskinan. Diatantaranya, UMR yang ditentukan oleh Penguasa bukan oleh Buruh, Biaya pendidikan yang tinggi pada semua Perguruan Tinggi favorite, anak pinter pun jika miskin, wis dijamin tidak akan bisa registrasi ulang, dan diarahkan menjadi Buruh, dengan beban pajak yang berat, kebutuhan hidup yang mahal agar tetap miskin. Tetapi masih ada bagusnya, Anda tidak dilarang untuk Kaya kok, asalkan mau berusaha serius!
Maka, jangan heran jika korupsi sekarang diluar nalar, jumlahnya trilyunan. Janganlah mimpi menjadi seorang Bupati atau Gubernur walau Anda tokoh ternama, jika Anda tidak punya uang minimal Rp. 100 Miyar. Jika Anda merasa tokoh hebat ingin nyalon tapi tidak punya uang, maka harus jalan ngesot menyembah Oligarki agar di calonkan oleh Partai. Tentu ada imbalannya setelah menjadi penguasa.
Sudahlah tak usah mikirin politik, ini hanya sedikit edukasi politik saja, kembali ke saham, Kumpulkan uang, capailah Financial independent agar menjadi orang bebas merdeka yang waktumu tidak Anda serahkan kepada para Oligarki.
R M. Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/18vRQFSpK4/
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 36
Mas Didit ke Solo ada apa?
Apakah ingin mengoreksi keadaan? Semuanya sudah menjadi rumit, Bro! Suka tidak Suka, Kekuatan Solo itu Real, Nyata dan hampir tidak mungkin bisa ditumbangkan!
Mari, saya kasih faham politik th 2026 ini!
Kekuatan Real saat ini hanya ada 3 kubu:
1) Kekuatan Solo
2) Kekuatan Kanjeng Ibu, dan
3) Kekuatan Hijau
Sisa Kekuatan lain diluar tiga itu ya ada, tetapi tidak significant, tidak loyal, dan tidak menentukan sama sekali, mudah ditaklukkan dengan uang atau jabatan! Mereka bisa ditarik kesana-kemari, mana-mana saja yang menguntungkan buat mereka baik secara ekonomi atau ideologi. Suka tidak suka Kekuatan Solo adalah yang paling kuat disegala lapisan dari bawah sampai atas, sangat loyal dan mengakar!
Kekuatan Solo telah menunjukkan powernya dengan memberi peringatan keras agar manuver-manuver politik yang ingin meninggalkan Keluatan Solo, jangan lagi diteruskan, dengan indikasi yang jelas dengan ditangkapnya Roy Suryo dan Tifa bagai indikator Candle yang menghijau dengan Volume Lot yang tebal, bukanlah Fake Support tetapi Real Support dari para Ritel, yang akan bullish.
Manuver politik berupa pendekatan kepada Kanjeng Ibu adalah langkah yang salah total, hanya menambah lakon semakin rumit saja, malahan melukai Kubu para Pendukung Kekuatan Solo yang mengantar ke Puncak. Jelas-jelas Kubu Kanjeng Ibu tidak mungkin mendukung MBG, Kopdes. Pelecehan pribadi, penghinaan pribadi yang menyebar di medsos adalah tidak datang datang dari Termul, tidak datang dari Kubu Solo melainkan datang dari dari Tio yang bisa ditelusuri dari Fortunernya, siapa di belakangnya. Jika ada Niat ingin lepas dari Kekuatan Solo yang berjasa mengantar ke Puncak adalah kebodhohan total. Secara spiritual pun akan ada Karmanya yang beresiko bisa disegerakan! Saya tidak akan berani menganalisa kekuatan Hijau, yang jelas, Pak LBP sangat kuat! Jangan disepelekan!
Anda tidak bisa membangun kekuatan dadakan rangkul sana-sini dengan konsesi jabatan mencari aman. Kekuatan itu dibangun puluhan tahun dengan membangun Kharisma, integritas, dan menumpuk energi dalam yang luar biasa, tapa ngrame, menyepi, kungkum, pendekatan ke grass root dengan hati yang jernih, bukan melalui laporan ABS, dan kekuatan microphone, karena rakyat sudah pinter dan tidak lepas dari medsos. Pergi je Sawah pun bawa Ponsel. Anak-anak Gunung tidak lagi memanggil Ibunya Mbok, tapi Mamah, dan Papah. Papahku lagi nyangkul ke Sawah, Mamah lagi cari kayu bakar, lagi matun, Ini nomernya Om... mereka tak bisa lagi dibodhohin dengan pidato tetapi dengan apa yg dirasakan!
Sepanjang pengetahuan Saya, dalam Politik, kita tidak bisa merangkul semua kekuatan, walau itu di negara Pusat demokrasi seperti Amerika! Yang bener, The Winner take it all. Tidak ada itu prinsip Satu Musuh kebanyakan dan Seribu teman masih kurang. Karena itu hanya prinsip Salesman. Dalam politik, yang melawan Dirimu harus disikat habis, yang loyal, yang mendukung Anda, yang membuat Anda Menang harus disembah dan dirangkul, tidak peduli apa kata orang. Itulah politik. Anda harus memilih sahabat Sejati! Mendekati musuhnya sahabatmu, apalagi itu musuh bebuyutannya, 1000% akan melukai sahabatmu dan bisa dianggap pengkhianatan. Jika sahabatmu memiliki kekuatan real, maka, bisa menyusahkanmu! Mungkin sahabatmu baik, bisa menerima, tetapi para loyalistnya Sahabatmu tidak akan bisa menerima!
Misalnya, Anda ingin menjadi Sahabat Amerika tetapi mendekat ke Rusia, jelas ini bisa membuat Amerika tidak suka. Pemimpin harus teguh pendirian dan harus memilih salah satu. Musuh tidak bisa dirangkul, tetapi harus di eliminir, jika ingin Wibawa dan disegani. Merangkul Musuh pasti akan ada pengkhianatan, sebab Musuh, mantan musuh akan menusuk Anda dari belakang.
Para Raja Besar dan para Kaisar sangat berwibawa, bisa berkuasa berabad-abad lamanya, hingga turun-temurun karena musuh-musuhnya dihabisi, musuh politiknya dihukum mati dan dipenggal kepalanya, bukan malah dirangkul diberikan jabatan terhormat!
Jendral Sun Tzu dirangkul Kaisar setelah berhasil menyatukan China dengan cara menghabisi musuh-musuhnya. China bisa bersatu menjadi besar, karena Sang Jendral Sun Tzu mampu membabat habis semua musuh-musuh Kaisar.
Begitu juga, Majapahit bisa menguasai seluruh Nusantara karena membabat habis semua musuhnya. Tidak ada itu prinsip Satu musuh kebanyakan, Seribu teman terlalu sedikit. Teman, Sahabat saja bisa berkhianat apalagi Musuh dirangkul! Bisa tumbang Bro! Mungkin ada baiknya, jika tak mau ke desa tanpa protokol, bisa membaca FB sendiri. Jangan ada sensor, Karena rakyat kecil mainannya FB spt Saya, bukan IG, bukan Twitter, bukan Threat.
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 30
Mereka² inilah sebenarnya yang kelaparan, bukan anak² sekolah.
Anak² libur sekolah, tapi dapur² SPPG ngotot sampai-sampai mereka demo menuntut MBG hatis terus jalan, harus tetap memasak dan harus dibayar, siapa yang makan?
Selama liburan, mereka anak² ada yang mancing ke sungai, ada yang main bola di lapangan kampung, ada yang ke ladang, ada yang liburan ke tempat lain.
Yang lapar itu bukan anak², tapi mereka pengusaha dapur SPPG yang belum balik modal gedung dan peralatan, fee pejabat BGN, biaya pengurusan titik² dapur, totalnya miliaran..
Mereka ingin cepat balik modal dan selanjutnya tinggal meraup keuntungan.
Stop MBG, biar mereka semua teriak² dan buka suara kepada siapa saja selama ini memberi upeti atau setoran ke pejabat BGN...
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 32
KEHANCURAN MORAL BANGSA: "SAAT ELIT PUN PRAGMATIS, IDEALISME MATI"
Ini pola klasik keruntuhan peradaban. Dari Romawi sampe Majapahit sama saja.
1) ELIT JADI PEDAGANG, BUKAN PEMIMPIN: Kebijakan dijual kepada penawar tertinggi. UU dibuat bukan buat rakyat, tapi buat sponsor bagai di saham, itu emiten gorengan. Listing IPO cuma buat jual saham untuk mengeduk uang ke ritel, bukan untuk bangun bisnis. Akibatnya, Rakyat jelata & ritel jadi "tumbal likuiditas".
2) HUKUM TUMPUL KE ATAS, TAJAM KE BAWAH: Maling ayam kena 3 tahun penjara, Korupsi 300 Milyar cuman kena 1 tahun + diskon remisi.
Dalam saham, klu kita beli Lot besar, Rp. 500jt langsung di-shake out, ditenggelamkan sampai cut loss. Sebaliknya Bandar bebas leluasa menggoreng ratusan Mlyar.
Akibatnya: Kepercayaan publik runtuh. "Ngapain jujur kalau yang curang malah kaya?"
3) KEBENARAN DIKALAHKAN VIRALITAS
Yang benar tapi sepi, dianggap salah. Yang salah tapi rame, viral, dianggap benar! Dalam saham: Saham busuk dipompa terus oleh influencer melambung harganya. Saham bagus jika gak ada yang membahas, dibilang "ampas. "Akibatnya:" Masyarakat males mikir, Asal ikut yang rame saja, yang banyak kerumunan cari aman.
4) PENDIDIKAN JADI LADANG BISNIS:
Gelar bisa dibeli, skripsi pakai joki, kampus banyak yang mengutamakan laba. Akibatnya;; SDM kosong. Pinter ngomong, pinter memaki, merendahkan orang lain tanpa adab, otak kosong, mudah ditipu dijadikan kaki tangan Oligarki untuk menyerang kebijakan yang merugikan bisnis oligarki. Yang penting duit mengalir deras ke rekeningnya.
5) AGAMA & IDEOLOGI JADI TOPENG
Ayat & nasionalisme dipake buat nutupin maling. Akibatnya, Sinisme massal. Orang yang beneran punya idealis malah ditertawakan dan diserang oleh buzzer. Oligarki ternak buzzer, penguasa juga ternak buzzer.
6) HEDONISME MENJADI AGAMA BARU. Flexing diutamakan. Mobil Sport, Tas Mahal = tolak ukur sukses.
Akibatnya: Gaya hidup gali lubang. Tutup lubang. Utang bukan untuk membeli Aset tapi untuk Nafsu konsumtif yang meledak-ledak agar dilihat Sukses.
7) APATISME MASSAL = "NGAPAIN PEDULI" Banyak yang berpikir "Negara sudah rusak, ngapain gue bener sendiri". Akibatnya: Lingkaran setan. Jaman Edan, karena semua curang, akhirnya banyak yang ikut curang demi survive. Yen ora melu edan ora kebagian.
8) FEODALISME GAYA BARU
Jabatan & proyek diwariskan ke anak-kroni. Meritokrasi mati, gak adalagi yang namanya prestasi. Bapak Bupati, Emaknya Bupati, Anaknya Ketua DPRD muter saja disitu. Dalam Saham informasi Rebound hanya muter dikalangan Elit, Ritel hanya kebagian ampasnya doang.
R Noto Widjojo.https://www.facebook.com/share/p/1c9kAkoCgg/
Pict: ngopi bersama Prof.Dr. Sudjito Atmorejo UGM, dan Ketua PBNU Prof.DR. Abdul Muhaimin
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 91
Strategi Singapore Sabotase Ekonomi kita "Sell Indonesia" , adalah Kegoblokan fatal!
Singapore negeri kecil terkaya di Asia Tenggara. Gedung-gedung pencakar langit yang menyala sepanjang malam. Pusat keuangan yang memproses triliunan dolar setiap detik. Server-server raksasa milik Google, Amazon, Microsoft yang berdengung tanpa henti. Hotel-hotel bintang lima yang ACnya tidak pernah mati. MRT yang beroperasi dari subuh hingga lewat tengah malam. Tapi waspada. Singapura mengandalkan gas alam untuk sekitar 95 persen pembangkitan listriknya. Sembilan puluh lima persen, Bro! Dari total 12,3 miliar meter kubik gas alam yang dikonsumsi Singapura setiap tahunnya, sekitar 6 miliar meter kubik diimpor melalui pipa dari Indonesia. Ini bukan dependensi kecil-kecilan. Ini ketergantungan eksistensial. Ada dua pipa utama yang menjadi urat nadi energi Singapura dari Indonesia.
Pertama, pipa dari Lapangan Suban di Sumatera Selatan — mengalir ratusan kilometer ke bawah laut, masuk ke sistem pembangkit Singapura.
Kedua, pipa dari Lapangan Natuna — ladang gas raksasa di tengah Laut China Selatan, yang gasnya juga sebagian dialirkan ke Singapura.
Enam kontrak gas antara Singapura dengan Indonesia dijadwalkan berakhir antara 2028 dan 2029, tanpa jaminan perpanjangan.
Industri Apa yang Bergantung pada Listrik Itu?
1. Data Center.: Di Singapura, 7 persen dari total konsumsi listrik nasional mengalir ke data center. Singapura kini menjadi tuan rumah lebih dari 100 data center, 1.195 penyedia layanan cloud, dan 22 jaringan koneksi internet — menjadikannya hub digital terbesar di Asia Tenggara. Google ada di sini. Amazon Web Services ada di sini. Microsoft Azure ada di sini. Meta ada di sini. Semuanya membutuhkan listrik yang tidak pernah boleh padam, 24 jam sehari, 365 hari setahun.
II. Sektor Keuangan dan Perbankan.
Sektor keuangan dan asuransi menyumbang 14,3 persen dari total GDP Singapura yang mencapai 731,4 miliar dolar Singapura pada 2024.
Bank-bank terbesar dunia beroperasi dari sini. DBS, OCBC, UOB — bank-bank regional raksasa. Citibank, JPMorgan, HSBC, Goldman Sachs — semua punya kantor regional di sini. Transaksi derivatif senilai miliaran dolar diproses setiap menit. Semua butuh listrik. Semua butuh server. Semua butuh pendingin.
III. Industri dan Komersial.
Data EMA Singapura 2024 menunjukkan: sektor komersial dan jasa mengonsumsi 23 terawatt. Hotel-hotel Orchard Road. Mal-mal Marina Bay.
Jadi Bad Campaign tentang Indonesia, "Sell Indonesia" .yang menghancurkan rupiah dan Saham-saham Indonesia, ekonomi Indonesia adalah suatu kegoblokan total dan Kesalahan stratrgi yang fatal Negara kecil itu. Mereka tidak sadar bahwa jika negeri kita ini diserang, maka rakyat ini malahan menjadi bersatu!
Adalah langkah benar, jika kita membatalkan export listrik ke Singapore sebagai balasan atas Serangan oleh Singapore mengacaukan ekonomi kita. Jangan nanti dirayu, di sogok. Memble lagi! "Sampai sekarang belum ada kesepakatan soal manfaat apa yang kita. dapatkan kalau kita mengekspor listrik ke Singapura."
Belum ada kesepakatan. Tunda saja!
Penundaan ekspor listrik kali ini untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan energi kedua negara, Indonesia berani menentukan syaratnya! Jangan kasih kendor, apapun rayuannya!
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/18qq5KuX7W/
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 47
Indonesia Menuju Bangkrut:
5 Tuntutan Utama:
1) Stop Pemborosan APBN: Uang pajak kita bukan buat foya-foya elitis.
2) Turunkan Harga Pokok & BBM: Daya beli rakyat sudah di titik nadir.
3) Hentikan MBG & Koperasi Desa MP: Proyek mercusuar yang rawan jadi bancakan kroni.
4) Tolak Militerisme Sipil: Jauhkan dwi-fungsi militer dari ranah hukum dan institusi sipil.
5) Presiden Harus Mengaku Salah: Berhenti menyangkal krisis, akui kalau kebijakan Anda boncos!
