Top Stories
-
Anak-anak Muda Yang Ingin Kaya Harus Melek Keuangan dan Investasi!
-
Kunci Entry yang Benar!
-
Dari Pada Pusing Mikirin ulah MSCI, Mending Mengamati Arah Modal AK, BK, MG, KZ, Akan Mengalir ke Arah Mana, Itulah Saham yang Layak Kita Borong
-
Mengapa Sudah Bekerja Keras Masih Susah Juga Hidupnya!
-
Gimana Mau Profit Kalau Entry Main Tebak dan Prinsip Akumulasi dan Distribusi Bandar Saja Tidak Tahu,
-
Trik Kapan Waktu yang Tepat untuk Beli, Jual dan Cut Loss
-
Hoax Sulit Diberantas, Tenang, Patah Satu Tumbuh Seribu
-
Yang Pegang TLKM Hari Ini Senin Tetap Tenang Jangan Panik
-
Rahasia Cuan Saat IHSG Merah dan Harga Saham pada Nyungsep
Search
sebelumnya MEMBONGKAR MITOS SI RAJA BATAK: Sebuah Strategi Belanda dalam Pembatakan Non-Melayu Part 2
Si Raja Batak, Sang Tokoh Mitos?
Menarik, N. Siahaan, BA. dalam bukunya “Sejarah Kebudayaan Batak” (1964) mengemukakan dengan kritis dan jernih sebagai berikut: “Berapa jumlah orang Batak dan kapan mereka tiba di sekitar gunung Pusuk Buhit tidak dapat dijawab (rasanya tidak mungkin hanya seorang, yakni Si Raja Batak dengan isterinya jadi nenek-moyang pertama). ... Mengenai riwayat Si Raja Batak, yakni leluhur bersama suku Batak, semata-mata masuk mitos. … Si Raja Batak sudah tokoh mitos, demikian juga Tatea Bulan dan Isumbaon. Tentang nama-nama yang lain kita terima saja mereka itu leluhur yang pernah hidup.” (1964:83,84,86). Tepat sekali pertanyaan kritis dan pernyataan kritis N. Siahaan tadi, bahwa tidak mungkin hanya seorang bersama isterinya menjadi nenek-moyang bersama dan itu semata-mata merupakan mitos. sehingga Si Raja Batak adalah tokoh mitos!
lanjutan dari MEMBONGKAR MITOS SI RAJA BATAK: Sebuah Strategi Belanda dalam Pembatakan Non-Melayu Part 1
Latar Belakang Kata “Batak”
Ensiklopedia Britannica memberi keterangan tentang “Batak” sebagai berikut: “Batak, also spelled Battak or Batta, several closely related ethnic groups of north-central Sumatra, Indonesia. The term Batak is one of convenience, likely coined during precolonial times by indigenous outsiders (e.g., the Malay) and later adopted by Europeans. The groups embraced by the term — the Toba, the Karo, the Simalungun, the Pak Pak, the Mandailing, and the Angkola — have to a limited degree adopted it as a self-designation.” (www.britannica.com). Istilah “Batak” itu kemungkinan diciptakan selama masa pra-kolonial oleh pihak luar, misalnya: Melayu, dan kemudian diadopsi oleh orang Eropa. Kelompok-kelompok yang termasuk ke dalamnya, yaitu: Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Pakpak, Mandailing, dan Angkola. Lothar Schreiner, dalam bukunya “Adat dan Injil; Perjumpaan Adat dengan Iman Kristen di Tanah Batak” (1999:11) mengatakan: “Sebutan ‘Batak’ maupun ‘daerah Batak’ barulah muncul setelah pengkristenan.” Senada dengan itu, Lance Castle, dalam bukunya, “Kehidupan Politik Sebuah Keresidenan: Tapanuli 1915-1940”, Desertasi Ph.D (1972:138) mengemukakan bahwa sebutan “Batak” itu bermula dari ‘stereotipe’ orang-orang Melayu Muslim di Sumatra Timur terhadap orang “Batak”, sedangkan konotasi yang terkandung dalam sebutan “Batak” ialah: ‘jelek, kasar, jorok, dan bodoh’. Akibatnya banyak orang “Batak” tidak mau menyebutkan identitas mereka sebagai “Batak”, dan lebih senang menyatakan diri sebagai orang: Toba, Karo, Simalungun, Mandailing/Angkola, atau Pakpak/Dairi. Lothar Schreiner dan Lance Castle maupun Ensiklopedia Britannica sebelumnya memberikan informasi bahwa kata “BATAK” itu baru muncul sejak masuknya Kristen dan Kolonial ke daerah pedalaman Sumatera Utara.
Tebing di Sianjur Mulamula, Samosir (Sumber: Sopo Panisioan)
Sundaland dalam Ilmu Pengetahuan Modern
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 72
MENGAPA SUDAH BEKERJA KERAS MASIH JUGA SUSAH HIDUPNYA?
Banyak Orang yang hidup Susah bukan karena Malas, bukan karena bodhoh. Mereka sudah bekerja Keras, sekerasnya tetapi hidup semakin hari malah semakin susah. Lalu apa masalahnya?
Masalahnya mereka adalah Hidupnya penuh SAMPAH! Ada 3 jenis Sampah!
1) Sampah Fisik! , sampah fisik menumpuk dirumah. Karena punya mental miskin, maka, mereka terus menunpuk sampah fisk, seperti pakaian, tas, sepatu, barang-barang rumah tangga yang tidak digunakan. Punya Nafsu yang tidak terkendali, terus saja membeli pakaian baru hingga lemari jebol dipenuhi dengan pakaian baru yang hanya menjadi sampah. Uang terkuras terus, menjadi habis. Kebiasaannys sulit dirubah, akhirnya semua keinginannya dibayar dengan Kartu Kredit, Pinjol, Saldo Rekening Tabungan minim terus, beban hidup semakin berat, mental bisa jatuh, dan ujungnya nanti sering sakit-sakitan jika kekurangan uang.
2. Sampah Emosi! Emosinya mudah meledhak. Temper, banyak marah, merengut, mengumpat hidup tak adil, berita baik pun akan disambut negatip, dengan kemarahan, anti edukasi, hidup penuh rasa kecewa. Letupan emosinya membuat hubungan antar manusia kemana-mana menjadi rusak, berakibat hidupnya macet total, semua kesempatan baik tertutup rapat. Hidup semakin sulit.
3. Sampah Sosial! Sibuk menghadiri komunitas Sosial yang tidak berguna, ikutan Alumi, SMP, SMA, UNIV, RT, RW, Urusan Sosial tak berguna, Arisan kesana kemari, yang semuanya tidak mendatangkan oportunity bisnis, hanya menghabiskan uang saja. Busana baru, mobilnya ingin terus terus saja TT dengan leasing, Iphone, untuk validasi, show off di komunitasnya. Ini hidup salah jalan, yang membuat diri terjerat rantai Kemiskinan.
Jika tidak mau membersihkan tiga jenis Sampah kemiskinan itu maka Real Kemiskinan tinggal selangkah lagi akan menjerat selama hidup. Lalu, bagaimana cara membersihkan sampah-sampah itu agar hidup berubah nyaman, berubah menjadi mudah, dan bahagia walau tidak harus kaya?
Sampah Pertama dan Kedua, Kendalikan Nafsu dengan healing spiritual, memahami makna hidup yang sebenarnya. Memahami Siapa Diri kita ini? Lahir untuk apa, dan akan pergi kemana, agar nafsu menumpuk sampah fisik dan sampah emosi pelan-pelan terkikis habis. Rajin Meditasi, tafakur, setiap hari minimal 15 menit.
Mulai hari ini, Stop Sampah Sosial sekarang juga! Jangan pedulikan apa kata orang, apa pikiran orang lain terhadap diri Anda. Upgrade Skill, belajar Financial Skill, belajar busnis, bekajar cashflow dan investasi. Ikut bergabung dengan Komunitas Business yang mendatangkan opportunity, seperti, Komunitas UMKM, Komunitas Pedagang Kambing, Sapi, komunitas Petani makmur, Komunitas Broker, Nelayan, Komunitas Trading, dll, tinggal sesuaikan saja dengan minat Anda!
Atas dorongan dari banyak follower Saya, akhirnya, Saya penuhi, membangun "Kominutas Kaya Bersama", mengajarkan cara Trading Saham dari Nol kepada banyak orang untuk menambah penghasilan mereka secara real langsung praktek trading. Bagi yang belum kaya bisa menyusul menjadi Kaya, yang setengah Kaya agar bertambah Kaya, dan yang Kaya agar tetap Kaya sampai Tua tidak jatuh miskin di hari Tua.
Saya sudah selesai dengan Diri Saya, tinggal berbagi Ilmu dan Pengalaman di sisa usiaku untuk membantu mereka yang ingin memperbaiki hidupnya menjadi lebih mudah. Semoga yang membaca ini terinsinpirasi, Hidup Anda akan berubah secara dramatis.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/1Czwgy3EHC/
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 44
3 Pilihan Hidup Anak Muda, jika usiamu 26-30 tahun.
1. Menjadi Karyawan
2. Memiliki Bisnis sendiri
3. Berjualan (Direct Sales).
Yang saya tulis ini Fakta, Bukan Pendapat, bukan Teori!
1. Menjadi Karyawan:
Lelebihannya: Punya pendapatan tetap, tak ada resiko, tak perlu modal, income tetap tiap bulan dapat dipastikan. Pikiran tenang yang tidak tak dapat dinilai.
Kelemahannya, pendapatanmu ada batasnya. Tidak kejutan tiba-tiba ada kenaikan gaji 2 atau 3 X lipat. Waktumu dimiliki oleh orang lain (Bossmu). Anda bekerja untuk membantu mewujudkan impian orang lain. Anda bisa di berhentikan setiap saat jika tidak perform lagi. Perusahaan tempat Anda bekerja bisa tutup, dan Anda bisa kehilangan pekerjaan. Ketenangan dan keselamatan yang Anda miliki sebenarnya bergantung pada orang lain. Tidak akan mencapai financial Independence
2. Bisnis Sendiri
Anda dapat menentukan sendiri, harga, produk dan Arah. Jika sukses hasilnya besar, tak dibatasi. Kelemahannya modal besar, resiko tinggi. 70% business pemula pada gagal dalam 2 tahun pertama. Jangka waktu yg diperlukan untuk sukses membangun bisnis agak lama 2-5 tahun. Tekanan mental sangat tinggi. Anda harus bisa mengurus semuanya, mulai dari perencanaan, jualan, operasi, keuangan., semuanya menyita waktumu. Tetapi bisnis sendiri memiliki potensi besar untuk menjadi kaya raya, kebebasan, kemerdekaan dirimu, dan nerpotensi menjadi Investor menuju Financial Independence.
3. Direct Sellig.
Modal bisa mulai dari kecil, Sistem dan Product sudah ada. Anda hanya perlu menjual dan drop saja ke pembeli. Bisa sambil bekerja, masih bisa masih menjadi karyawan jika belum berhasil. Kelemahannya banyak yang gagal. Bukan karena Sistem yang tidak bagus, tetapi karena tidak ada kemahiran jualan, tak tahan mental jualan, integritas rendah, hilang kepercayaan karena tidak committed dengan delivery, tidak belajar dari kegagalan.
Kemudian, mana yang lebih bagus dari ketiganya? Sangat tergantung dari Kekuatanmu, kapasitasmu. Maka, Kenali Pribadimu. Contoh, Jika Anda tidak ingin Kaya, tidak punya modal, takut resiko, suka ketenangan, pilihlah bekerja untuk orang lain, pilihlah No.1, yaitu, menjadi Karyawan.
Jika ada punya ambisi ingin Kaya, punya modal, punya skill bisnis, mampu mengelola keuangan, berani menghadapi resiko kegagalan, pilihlah no.3, yaitu, Membangun Bisnis Sendiri.
Jika ingin kaya tapi modal cekak, mental kuat, tidak malu jualan, berani menghadapi resiko legagalan, tidak peduli apa kata orang, apa pikiran orang terhadap dirimu, maka Berjualan adalah jalan menuju Kaya, menjadi Financial independence.
Semuanya tidak ada yang salah. Yang salah adalah apabila Dirimu tidak committed terhadap pilihanmu, bekerja setengah hati, menjalani karena tepaksa tidak ada pilihan, dijamin pasti, gagal hidupmu sampai tua!
R Noto Widjojo. https://www.facebook.com/share/p/196X54fMay/