Top Stories
-
Apa Itu Fake Bid?
-
Anak-anak Muda Yang Ingin Kaya Harus Melek Keuangan dan Investasi!
-
Kunci Entry yang Benar!
-
Dari Pada Pusing Mikirin ulah MSCI, Mending Mengamati Arah Modal AK, BK, MG, KZ, Akan Mengalir ke Arah Mana, Itulah Saham yang Layak Kita Borong
-
Mengapa Sudah Bekerja Keras Masih Susah Juga Hidupnya!
-
Gimana Mau Profit Kalau Entry Main Tebak dan Prinsip Akumulasi dan Distribusi Bandar Saja Tidak Tahu,
-
Trik Kapan Waktu yang Tepat untuk Beli, Jual dan Cut Loss
-
Hoax Sulit Diberantas, Tenang, Patah Satu Tumbuh Seribu
-
Yang Pegang TLKM Hari Ini Senin Tetap Tenang Jangan Panik
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1372
51% Saham Freeport Dikuasai RI, Dahlan Iskan: Selamat SBY
Presiden ke 6 RI, SBY (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
FOKUS BERITASaham Freeport Sudah Lunas!
Dana Aditiasari, Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jakarta - PT Inalum (Persero) mewakili Pemerintah RI resmi menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Komposisi direksi dan komisaris perusahaan pun berubah.
Eks Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membeberkan peran sejumlah pemangku kebijakan yang membuat akuisisi Freeport Indonesia tersebut akhirnya terealisasi.
"Tentu, baiknya, saya juga mengirimkan ucapan selamat kepada pak SBY. Yang di zaman beliau menjadikan PT Inalum dikuasai 100 (100%) BUMN," tutur Dahlan, dikutip dari blog pribadinya disway.id, Minggu (23/12/2018).
Kala itu, pemerintah mengakuisis Nippon Asahan Aluminium (NAA) pada 1 Novelber 2013. Pemerintah mengambil alih 58,87% saham NAA sekaligus menjadikan seutuhnya Inalum milik Indonesia.
"Tentu, baiknya, saya juga mengirimkan ucapan selamat kepada pak SBY. Yang di zaman beliau menjadikan PT Inalum dikuasai 100 (100%) BUMN," tutur Dahlan, dikutip dari blog pribadinya disway.id, Minggu (23/12/2018).
Kala itu, pemerintah mengakuisis Nippon Asahan Aluminium (NAA) pada 1 Novelber 2013. Pemerintah mengambil alih 58,87% saham NAA sekaligus menjadikan seutuhnya Inalum milik Indonesia.
Untuk mengakuisisi saham NAA, pemerintah menggelontorkan dana sebesar US$ 556,7 juta atau ada yang menyebut SU$ 558 juta. Angka ini lebih rendah dari harga yang ditawarkan NAA US$ 626 juta.
"Diambil alih dari Jepang. Dalam posisi perusahaan sangat jaya. Kondisi fisiknya prima. Operasionalnya istimewa. Dan tabungan uang kontannya banyak luar biasa," tambah Dahlan.
Keberhasilan SBY mengakuisisi 100% saham Inalum kala itu, dipandang Dahlan sebagai cikal bakal berhasilnya akuisisi Freeport saat ini.
Bagaimana tidak, Inalum yang saat ini menjadi Holding BUMN sektor pertambangan tersebut menjadi ujung tombak dalam aksi pengambil alihan saham Freeport.
"Ibarat 'kendaraan', Inalum sudah seperti Land Cruiser. Sanggup diajak menanjak tinggi. Sampai pegunungan Jayawijaya. Membeli Freeport di sana. Inalum yang seperti itu sangat dipercaya. Untuk mencari dana global sekali pun. Empat miliar dolar sekalipun. Untuk membeli saham mayoritas Freeport itu," papar dia.
(dna/)