Top Stories
-
Anak-anak Muda Yang Ingin Kaya Harus Melek Keuangan dan Investasi!
-
Kunci Entry yang Benar!
-
Dari Pada Pusing Mikirin ulah MSCI, Mending Mengamati Arah Modal AK, BK, MG, KZ, Akan Mengalir ke Arah Mana, Itulah Saham yang Layak Kita Borong
-
Mengapa Sudah Bekerja Keras Masih Susah Juga Hidupnya!
-
Gimana Mau Profit Kalau Entry Main Tebak dan Prinsip Akumulasi dan Distribusi Bandar Saja Tidak Tahu,
-
Trik Kapan Waktu yang Tepat untuk Beli, Jual dan Cut Loss
-
Hoax Sulit Diberantas, Tenang, Patah Satu Tumbuh Seribu
-
Yang Pegang TLKM Hari Ini Senin Tetap Tenang Jangan Panik
-
Rahasia Cuan Saat IHSG Merah dan Harga Saham pada Nyungsep
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 751
Dana Bantuan Covid-19 Dipakai Beli Lamborghini
Foto: Lamborghini - Lamborghini Huracan Evo
SitindaonNews.Com | Pandemi COVID-19 membuat banyak perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Roda bisnis mereka terhambat, akibat adanya pembatasan sosial dan berubahnya pola konsumsi masyarakat.
Untuk mengatasi hal itu, beberapa negara mengucurkan dana cadangan mereka. Bantuan diberikan pada mereka yang terkena dampak dari wabah virus tersebut, dan bisa didapat dengan cara mengisi beberapa formulir.
Hal itu dimanfaatkan oleh seorang pengusaha di Amerika Serikat bernama David Hines. Dilansir dari Autoevolution, Kamis 30 Juli 2020, pria itu mengaku memiliki empat bisnis dengan 70 karyawan, yang terkena dampak COVID-19.
David kemudian mengajukan permintaan untuk mendapatkan dana bantuan dari pemerintah AS, dengan total nilai US$14 juta atau sekitar Rp205 miliar. Pemerintah AS hanya menyetujui bantuan sebanyak US$4 juta atau setara Rp58,7 miliar, dan kemudian ditransfer ke rekening David untuk kebutuhan pembayaran gaji karyawan.
Namun, uang tersebut tidak pernah sampai ke tangan para pegawainya. David justru membelanjakan dana bantuan itu, untuk membeli Lamborghini Huracan Evo seharga US$320 ribu atau sekitar Rp4,7 miliar.
Setelah mobil barunya tiba di garasi, sisa dana bantuan tak juga diberikan ke karyawan. David lanjut membahagiakan dirinya dengan membeli berbagai perhiasan mahal, memesan makanan mahal serta menginap di hotel mewah.
Ulah David akhirnya ketahuan oleh badan pajak AS, usai dirinya tidak sengaja menabrakkan mobil mewah buatan Italia yang baru dibelinya. Karena takut ditangkap, David melarikan diri dari tempat kejadian.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan, dan menemukan data bahwa mobil tersebut dibeli dengan uang dari dana bantuan. David saat ini menjalani penjara di rumah ibunya dengan mengenakan gelang GPS, sembari menunggu sidang.
Sumber: viva.co.id