Top Stories
-
Fundamental Ekonomi Kita Kuat atau Babak Belur?
-
Pernikahan Bukan Hanya Tentang Siapa yang Terlihat Baik di Sampingmu Hari Ini
-
Ini 7 Penyebab Kenapa Hidup Miskin Selamanya
-
Saham Indonesia Hanya Coco Buat Scalping dan Tidak Cocok Buat Investasi
-
Tetap Jaga Shake Out Limit Jam 08:50.
-
Nasib Pensiunmu, Nasib Hari Tuamu Ditentukan Hari Ini.
-
Jika Index masih Down Trend
-
Mereka yang pada Boncos di Trading!
-
Cara Mengelola Keuangan untuk Hari Tua yang Sejahtera
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 769
Kelaparan Melanda Korut Ditengah Wabah, Sampai Reptil Dimakan
Foto: U-Report. | Korea Utara
SitindaonNews.Com | Krisis akibat pandemi COVID-19 juga dirasakan Korea Utara (Korut). Baru-baru ini dikabarkan bahwa warga Korea Utara yang kelaparan dipaksa untuk makan terrapin atau hewan jenis penyu rawa karena negara itu mengalami kekurangan makanan.
Jutaan orang bertahan hidup di bawah garis kemiskinan karena sanksi yang dijatuhkan PBB atas negara tertutup itu. Selain itu perbatasan yang ditutup karena COVID-19 membuat keadaan semakin memburuk.
"Sejak dahulu kala terrapin telah digunakan untuk membuat masakan karena rasanya enak dan komponen nutrisi yang melimpah termasuk protein, asam amino esensial dan vitamin yang berkhasiat untuk menyembuhkan hepatitis, hipertensi dan penyakit lainnya," kata rezim Korut, dilansir The Sun.
BUGARINDO - Hidup Sehat Dengan Buah Lokal Indonesia
"Darah dan tulangnya banyak digunakan sebagai bahan obat. Secara khusus, darahnya berkhasiat untuk diabetes dan anak-anak yang lemah," lanjut pernyataan itu.
Reptil itu bisa disajikan mentah atau dibuat menjadi kaldu, sup atau bubur. Situs resmi pemerintah Korut juga mendorong warganya untuk berburu makanan, termasuk burung pengantong.
Tak hanya itu, rezim Kim Jong-un merekomendasikan teh pelangsing yang direkomendasikan oleh dokter pemerintah, yang konon akan membuat penggunanya merasa kenyang, tapi bisa menurunkan berat badan hingga 10 kilogram dalam 40 hari
Sumber: viva.co.id