Top Stories
-
Fundamental Ekonomi Kita Kuat atau Babak Belur?
-
Pernikahan Bukan Hanya Tentang Siapa yang Terlihat Baik di Sampingmu Hari Ini
-
Ini 7 Penyebab Kenapa Hidup Miskin Selamanya
-
Saham Indonesia Hanya Coco Buat Scalping dan Tidak Cocok Buat Investasi
-
Tetap Jaga Shake Out Limit Jam 08:50.
-
Nasib Pensiunmu, Nasib Hari Tuamu Ditentukan Hari Ini.
-
Jika Index masih Down Trend
-
Mereka yang pada Boncos di Trading!
-
Cara Mengelola Keuangan untuk Hari Tua yang Sejahtera
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 960
Brompton buru sepeda curian yang dijual di Indonesia
SitindaonNews.Com | Perusahaan pembuat sepeda Brompton Bicycle Inggris mencari salah satu sepeda yang dikabarkan sempat terlacak tengah dijual di sebuah situs jual-beli Indonesia pada akhir Juni ini.
Hal ini kemudian membuat geger komunitas sepeda Brompton Indonesia, karena sepeda curian tersebut adalah satu dari 1.000 sepeda yang khusus diproduksi Brompton untuk program "Wheels for Heroes" (WFH) dan seharusnya tidak diperjualbelikan.
Dikutip dari surat Brompton untuk komunitas pemilik sepeda Brompton di Indonesia, Brompton Owner Group Indonesia (BOGI), Brompton Inggris mengatakan, iklan sepeda WFH yang teridentifikasi tersebut bukan dari penjual resminya di situs jual-beli.
"Kami hendak memberikan pengumuman bahwa sepeda yang diiklankan di Indonesia tersebut adalah sepeda curian dari seorang pekerja kesehatan di Inggris," tulis Brompton dalam surat tersebut, diwakili Senior Asia Marketing Executive Brompton, James Ku.
Sebanyak 1.000 Brompton WFH itu diproduksi melalui aksi penggalangan dana untuk kemanusiaan dan ditujukan bagi pekerja medis di Inggris. Sekarang, sepeda curian tersebut kini sudah didaftarkan dalam daftar sepeda curian di Inggris.
"Kami memohon kepada komunitas pengguna Brompton, termasuk di Indonesia, untuk bisa memberikan informasi lebih jauh mengenai kejadian ini," kata Ku.
"Brompton berharap dapat mendapatkan kembali sepeda tesebut untuk kembali dipakai oleh mereka yang berhak, yakni para pekerja kesehatan di Inggris," ujarnya melanjutkan.
Surat itu kemudian ditutup dengan permintaan dukungan dari para anggota komunitas Brompton di Indonesia. "Kami berharap pesan ini dapat disebarluaskan melalui jejaring media sosial komunitas yang ada, termasuk di komunitas BOGI dan Brompton Explore."
Banyak komentar yang dituangkan melalui unggahan tersebut oleh para anggota komunitas. Banyak di antaranya yang menanyakan soal iklan mana yang dimaksud oleh Brompton, karena jejak unggahan iklan itu belum teridentifikasi.
Sumber: antaranews.com