Top Stories
-
Apa Itu Fake Bid?
-
Anak-anak Muda Yang Ingin Kaya Harus Melek Keuangan dan Investasi!
-
Kunci Entry yang Benar!
-
Dari Pada Pusing Mikirin ulah MSCI, Mending Mengamati Arah Modal AK, BK, MG, KZ, Akan Mengalir ke Arah Mana, Itulah Saham yang Layak Kita Borong
-
Mengapa Sudah Bekerja Keras Masih Susah Juga Hidupnya!
-
Gimana Mau Profit Kalau Entry Main Tebak dan Prinsip Akumulasi dan Distribusi Bandar Saja Tidak Tahu,
-
Trik Kapan Waktu yang Tepat untuk Beli, Jual dan Cut Loss
-
Hoax Sulit Diberantas, Tenang, Patah Satu Tumbuh Seribu
-
Yang Pegang TLKM Hari Ini Senin Tetap Tenang Jangan Panik
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1259
Hindari Naik Pesawat saat Pandemi Corona, Ini Sebabnya
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) antre menaiki pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat, 24 April 2020. KBRI Colombo merepatriasi 335 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA/KBRI Colombo
Jakarta - Beberapa hari belakangan, masyarakat dihebohkan dengan foto penumpukan orang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Hal tersebut terjadi seiring dengan jadwal pulang kampung masyarakat menjelang Hari Raya atau Lebaran. Padahal, naik pesawat bukanlah pilihan yang tepat untuk dilakukan di tengah pandemi virus corona alias Covid-19. Sebab, mudik dengan naik pesawat justru meningkatkan risiko terjangkit virus corona. Direktur medis untuk pengawasan dan pengendalian bakteri di University of Chicago Medicine Emily Landon mengatakannya.
Melansir dari situs National Geographic, Landon menjelaskan bagaimana virus corona menyebar di dalam pesawat. “Sebagaimana kita ketahui, virus corona menyebar lewat percikan air liur. Orang yang terinfeksi dan naik pesawat akan menjatuhkan tetesan lewat bersin dan berbicara ke daerah sekitarnya,” katanya.
Hal ini membuat risiko orang yang duduk di kiri dan kanan, serta dua barisan depan dan belakang paling rentan terjangkit virus tersebut. “Jarak aman adalah dua meter. Sedangkan itu baru dialami baris ketiga dari depan dan belakang pasien. Artinya risiko besar sudah digarisbawahi oleh kelompok kecil ini,” katanya.
Adapun profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat global di University of Michigan Arnold Monto mengatakan bahwa itu bukan berarti penumpang lainnya aman. Sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap tingkah laku penumpang pesawat, setidaknya pergerakan dilakukan setelah satu jam perjalanan. “Pergerakan yang dimaksudkan termasuk pergi ke toilet, merenggangkan kaki di kabin pesawat dan membuang barang ke tempat sampah. Ini membuat penyebarannya dari satu orang ke lainnya semakin meluas dan cepat,” katanya seperti dilansir dari situs News.com.au.
Untuk alasan tersebut, seluruh kegiatan perjalanan selama pandemi Covid-19 lewat pesawat sangat tidak dianjurkan. “Demi kesehatan Anda dan masyarakat, jangan dulu melakukan kegiatan perjalanan selama pandemi Covid-19,” katanya.
Sumber: .tempo.co